PARENTING SMPN 2 KRAS

Pada hari Senin, 19 Mei 2025, suasana di SMPN 2 Kras, Kabupaten Kediri, terasa berbeda dari biasanya. Aula sekolah dipenuhi oleh para orang tua yang antusias mengikuti kegiatan Parenting yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Acara ini mengusung tema yang sangat relevan dan menarik bagi orang tua di era digital ini: “Jadi Orang Tua Remaja Santai Tapi Sampai“.

Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Sambutan hangat dari Kepala Sekolah selaku Tuan Rumah dilanjutkan dengan Sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri yang diwakili oleh Bapak Pengawas SMPN 2 Kras Bp. Dudik yang dilanjutkan  membuka acara parenting , menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang remaja di tengah berbagai tantangan zaman. Beliau juga mengapresiasi partisipasi para orang tua yang menunjukkan komitmen mereka terhadap pendidikan dan perkembangan anak.

Puncak acara adalah sesi yang dinanti-nanti bersama Bunda Ilmi, seorang narasumber yang dikenal dengan pendekatannya yang inspiratif dan praktis dalam dunia parenting. Dengan gaya penyampaian yang ringan, humoris, namun penuh makna, Bunda Ilmi berhasil mencairkan suasana dan membuat para orang tua merasa nyaman untuk berbagi pengalaman.

Bunda Ilmi mengawali sesinya dengan menekankan bahwa menjadi orang tua remaja di era sekarang tidak harus selalu tegang dan penuh tekanan. “Santai, bukan berarti tidak peduli,” ujarnya. “Santai itu berarti kita mampu mengelola emosi, menghadapi perubahan pada remaja dengan kepala dingin, dan tetap fokus pada tujuan utama: sampai pada anak-anak kita, menyentuh hati mereka, dan membimbing mereka ke arah yang positif.”

Beliau kemudian memaparkan berbagai tips praktis untuk menghadapi fase remaja yang penuh gejolak. Mulai dari pentingnya komunikasi efektif tanpa menghakimi, cara membangun kepercayaan dengan anak, hingga strategi mengelola konflik yang mungkin timbul. Bunda Ilmi juga memberikan contoh-contoh kasus nyata dan mengajak para orang tua untuk berdiskusi, menjadikan sesi ini sangat interaktif. Banyak orang tua yang mengangguk setuju, bahkan ada yang terlihat mencatat poin-poin penting dari penjelasan Bunda Ilmi.

Salah satu poin yang paling berkesan adalah ajakan Bunda Ilmi untuk orang tua lebih sering mendengarkan daripada hanya berbicara. “Remaja butuh didengar, butuh dipahami, bukan hanya diperintah atau dinasihati. Jadilah teman pertama bagi mereka, sehingga mereka merasa aman untuk bercerita apa pun kepada kita,” pesannya.